mengapa saat haid atau menstruasi mengeluarkan darah

Post On: 26 December 2015
By:
June 23, 2016

foredimengapa saat haid atau menstruasi mengeluarkan darah

     Menstruasi atau haid merupakan sebuah siklus bulanan yang selalu dialami oleh wanita dewasa. Remaja putri pertama kali mengalami menstruasi saat ia berusia antara 9-14 tahun, dan disebut menarche. Keluarnya darah dari organ vital tersebut menandai bahwa sang putri kecil telah menjelma menjadi seorang gadis remaja. Pada kalangan masyarakat tertentu menarche ditandai dengan perayaan upacara adat, semacam syukuran sekaligus pemberitahuan bahwa sang putri kecil telah beranjak dewasa. Saat pertama kali mengalami menstruasi beberapa remaja putri mungkin merasa kebingungan bahkan takut karena mengira hal itu merupakan penyakit. Timbullah pertanyaan, mengapa saat haid atau menstruasi mengeluarkan darah ? Berikut adalah penjelasannya;

     Dalam diri seorang wanita terdapat dua hormon kewanitaan, yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron. Setiap bulan kedua hormon tersebut bertugas untuk mengelola organ reproduksi sebagai persiapan datangnya kehamilan seperti rahim, plasenta, payudara, dan lain sebagainya. Hormon akan membentuk semacam lapisan pada dinding rahim berupa darah, kelenjar, dan juga cairan. Apabila terjadi kehamilan, maka lapisan pada dinding rahim akan melakukan fungsinya sebagai sumber nutrisi bagi janin hingga tiba saatnya lahir. Dinding rahim akan menebal dan terdapat cairan amnion (ketuban) untuk melindungi janin dari benturan. Dan selama masa kehamilan, wanita tidak mengalami menstruasi.

ladyfem
Ketika tidak ada sperma yang membuahi sel telur atau sperma berhasil masuk ke saluran telur tapi gagal melakukan pembuahan maka tidak akan terjadi kehamilan. Bagaimana dengan lapisan pada dinding rahim yang telah dipersiapkan oleh hormon estrogen dan progesteron? Tubuh akan segera memberikan reaksi. Kadar kedua hormon yang tadinya tinggi akan mengalami penurunan sehingga mengakibatkan lapisan pada dinding rahim meluruh. Hasilnya, darah, kelenjar, dan cairan akan keluar dari dalam rahim melalui vagina dalam bentuk menstruasi. Masa menstruasi terjadi selama 5-10 hari tergantung banyak sedikitnya darah.

     Ada anggapan bahwa darah menstruasi merupakan darah kotor dan menjijikkan yang mengandung banyak penyakit. Padahal awalnya darah menstruasi tersebut tergolong darah biasa, yang berwarna merah dan bersih. Namun darah menstruasi bercampur dengan cairan dan kelenjar servick yang ada dinding rahim sehingga membuatnya menjadi darah yang tidak murni lagi. Itulah kenapa darah menstruasi memiliki warna yang berbeda-beda, ada yang berwarna terang yang menandakan darah baru keluar dari tubuh dengan aliran darah yang ringan dan teratur. Lalu ada darah berwarna merah pekat atau kecoklatan yang menandakan darah bercampur darah yang lebih tua dan yang terakhir berwarna oranye yang menandakan darah haid bercampur dengan cairan servick dan menandakan adanya infeksi, jika terjadi hal seperti ini segera periksakan ke dokter.

     Setelah masa menstruasi berakhir, hormon estrogen dan hormon progesteron akan kembali dengan tugasnya karena pada dasarnya alat reproduksi wanita akan menjalankan fungsinya untuk satu tujuan yaitu kehamilan. Dengan berakhirnya masa menstruasi pada bulan tersebut, tubuh akan kembali memulai proses baru; menghasilkan sel telur yang siap dibuahi dan mempersiapkan kehamilan, dan begitu seterusnya dan proses ini akan berlangsung secara terus-menerus hingga akhirnya seorang wanita memasuki masa berhentinya menstruasi atau masa menopause. Pada masa menopause seorang wanita sudah tidak menghasilkan sel telur lagi, artinya tidak bisa hamil. Umumnya akan terjadi saat wanita berusia 45-48 tahun.

     Demikian penjelasan mengapa saat haid atau menstruasi mengeluarkan darah. Semoga informasi singkat ini bisa menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi Anda.

Baca juga artikel :
penyakit keputihan dan penyebabnya
penyebab penyakit kista
penyebab haid tidak lancar

Tags: , , , , ,

Related to mengapa saat haid atau menstruasi mengeluarkan darah